Thursday, March 03, 2011

Cerita Jakarta


dapet di email.. hueheue

Dialog absurd di tengah kota Jakarta . Gak tahu kisah nyata atau bukan.. Yang pasti semua ceritanya bersumber dari kiriman email pembaca setia.
Asli buat ngakak..kalo kamu gak ngakak berarti mungkin kamu salah satu objek dalam cerita nguping Jakarta . hahaha...


Duh, bikin puswing kamu!

Cheerleader #1: (menyanyi sendiri) "Swing, swing, swing, swing..."
Cheerleader #2:
"Lho itu lagu bukannya kata-katanya 'Dreams' ya?"
Cheerleader #1:
"Oh iyah, yah? Kalo 'Swing' itu yang ada di Softex ya?"

SMA ternama Jakarta, didengar oleh pelatih yang merasa gagal mendidik.


Saya baru bisa keluar 3 tahun lagi...

Bapak pengemudi bayar parkir: "Kok loketnya dikasih kerangkeng sih mbak?"
Petugas parkir:
"Biar saya nggak kabur..."

Sebuah mall di BSD, didengar oleh keponakan yang mengurungkan niatnya untuk bekerja di Jakarta .


Bis sekarang teladan...

Cewe baru belajar nyetir: "Gua itu paling males nyetir di belakang bis, tau sendiri kan bis suka ontime nunggu penumpang... "

Kelapa Gading, didengar oleh saudara yang malas menjelaskan perbedaan besar "ontime" dan "ngetem".


Ini salah jari atau otak ya?

Lelaki sibuk di handphone: "Halo X, gua telepon ke nomor satunya ya (tutup) Halo... (mulai ngomong panjang lebar)... Lho? Ini siapa? Oh sorry, salah sambung! (memencet nomor lagi) Halo Y, loe gimana sih, ngasih nomer X ke gua kok salah sih! Gimana sih loe? (diam sesaat) Lho? Ini bukan Y ya? Sorry salah sambung..."

Bank Swasta Pondok Indah, didengar oleh istri yang langsung tambah asik membaca email di BlackBerry-nya.


Itu beda lho...

Pengunjung: "Mbak, Coke-nya satu ya, pake es..."
Pelayan:
"Maaf Mbak, Coke-nya gak ada, adanya Diet Coke."
Pengunjung:
(Menunjuk menu) "Terus ini apa, Coca-Cola... Kok dibilang gak ada?"
Pelayan:
"Kalau Coca-Cola ada, Mbak..."
Pengunjung:
"Huh!"

Cafe di FX, didengar oleh satu meja yang bersepakat menyuruh pelayan training ulang.


Wah, udah lama gak merhatiin dia...

Ibu mengejek anak kecil bersepeda: "Ih, lihat tuh, badan segede gitu kok masa naik sepeda sekecil itu, hahaha... (sesaat kemudian)... Lah, itu anakku!"

Perumahan di Jakarta, didengar oleh teman yang langsung terbahak-bahak.


Ya namanya juga bajakan...

Saat nonton DVD,
Calon mahasiswa S1 FasilKom:
"Oi itu jangan lupa kemsyen-nya. ."
Teman #1:
"Kemsyen apaan sih?"
Calon mahasiswa S1 FasilKom:
"Itu kemsyen... kemsyen, masa gitu aja ga tau sih?"
Teman #2:
(mencari fasilitas "kemsyen" di menu) "Gak ada ah..."
Calon mahasiswa S1 FasilKom:
"Itu lho, kemsyen en subtitiles.. ."

Apartemen daerah Kemanggisan, didengar oleh semua teman yang ingin mengumpulkan dana buat les bahasa inggris.


AC/DC gityuuu looooh...

Ketua Panitia: "Naahh.. pin yang ini desainnya bagus nih. Bisa buat cewek dan cowok. Biseks gitu!"

Rapat Buka Bersama, didengar oleh sepasukan panitia yang merasa si ketua terlalu banyak nonton porno.


Yang enak tuh lambaaaat dan merata.

Dua cewe sedang berbagi resep,
Cewe #1:
"Emang kalo cepet-cepet jadinya gak enak, ya?"
Cewe #2:
"Iya, ngocoknya mesti rata makanya."

Didengar oleh seseorang yang langsung berharap jadi adonan.


Buah simalakama.. .

Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik: "De, pegangin setirnya. Mama mau garuk pantat!"
Anak laki-laki berusia 18 tahun:
"Ah, Mama! Gak mau ah!"
Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik:
"Kamu mendingan megangin setir apa garukin pantat Mama?"

Tol Jagorawi, didengar anak perempuan di belakang yang ingin melompat keluar mobil.

Maksudnya dia suka aku, Ma?
Seorang ibu kepada anaknya: "Sst! Jangan nangis! Ntar kamu ditembak pak satpam lho!"

Pertokoan di Jakarta, didengar oleh seseorang yang percaya kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.

Lengkap banget deh...
Pelayan: "Minumnya, mbak?"
Teman #1:
"Teh tawar anget"
Teman #2:
"Saya... Teh manis anget"
Pelayan:
"Hot tea... dan sweet ice tea hot" (tampang pede dan nyatet)

Sebuah resto di Plasa Senayan, didengar oleh 2 orang teman yang mesem-mesem dan segera membenarkan ucapan pelayan tersebut.


Untung dia bukan penjaga Quality Control...

Anak kecil di telepon: "Halo... oh mas X sialan!... iya, dia kan penyial...

Didengar oleh seseorang yang hampir membanting handphone-nya.


Jadi selama ini masih ada yang lain?

Ibu menasehati anak perempuan semata wayang: "Nduk, waktu ibu punya anak perempuan seusiamu..."

Didengar oleh kakak lelaki yang langsung berpikir apakah dia punya saudara kandung lain..


Sehat bener ya, jaringannya. ..

Programmer 1: "Kemaren internet gua udah onlen, cuy"
Programmer 2: "Wah selamat-selamat, download pelm lah kita, gak perlu nonton serial di tipi!"
Coordinator: " Gaya bener lo pada, mentang-mentang udah pada pasang internet bearbrand... "

Sebuah warung makan, didengar oleh teman-teman yang langsung bergulingan.


Emangnya gua badak?

Cewe mau ikut kursus: "Mbak, kalo disini ada kelas conservation gak?"

Didengar oleh Student Advisor yang berasa di LSM.


Saya menghormati sejarah...

Account Executive: "Baik, kalau begitu kita meeting lagi Senin tanggal 20..."
Klien Besar:
"Tanggal 20 itu hari Sabtu. Kita meeting Senin tanggal 22."
Account Executive:
"Tapi tanggal 22 itu hari Rabu. (diam sesaat) Ups, my mistake, ini kalender tahun lalu."

Didengar oleh semua kolega yang ingin membungkus AE itu dan mengirimnya ke Timbuktu .


I'm not worthy, I'm not worthy...

Klien Besar: "Ya sudah, besok kita meeting lagi ya...."
Account Executive:
"Wah, bu, besok tidak bisa, kami ada janji dengan klien lain."
Klien Besar:
(memandang sinis) "I am not your client... I am your god."

Perkantoran di Gatot Subroto, didengar oleh seluruh tim agensi yang langsung menyatu dengan kursi masing-masing.

Kami perlu yang representatif. ..
Brand Manager: "Hmmm, bagus, visual-nya bagus. Sayang copywriternya jelek."
Copywriter:
"MAKSUD LOE?"

Didengar oleh Creative Director yang langsung menawarkan mengganti copywriter sambil terbahak.


Yang pasti bisa buat nyelem...

Lelaki di toko kacamata: "Yang itu dong, Mbak... Liat...."
Pramuniaga:
"Nah yang ini keren, Mas... Bahannya juga bagus, Titanic..."

Optik di Mangga Dua, didengar oleh pengunjung yang ingin mendorong pramuniaga ke laut.

Makanannya seru deh!
Cowo: "Kemaren gua sama cewe gua buka puasa di PS 2..."

Didengar oleh semua teman yang merasa cowo itu terlalu banyak main game.


Jaman susah sih....

Pada saat telepon gratis dua detik pertama,
Cowo Hemat:
"Kamu dimana? (tutup) Apa? (tutup) Pulang... (tutup) PULANG! (tutup) Aku bilang kamu pula... Ah, goblok lebih dari dua detik!" (tutup)

Didengar oleh teman yang ingin merebut dan merebus handphone itu.


Jangan terlalu mateng ya!

Pria duduk dan langsung berteriak memesan: "Mas, Ovaltine bakar satu!"

Warung Tenda Jakarta, didengar oleh seseorang yang hampir jatuh dari kursinya.


Yang horisontal kalau bisa!

Di sebuah restoran,
Teman #1:
"Eh udahan yuk, kite cabs.."
Teman #2:
"Gua aja yang panggilin.. Mas! Billboardnya ya!

Restoran di Jakarta, didengar oleh banyak orang yang merasa kasihan dengan pelayannya


Menurut sejarah, gak baik loncat-loncat. ..

Ditengah sebuah konser,
Wanita Bingung:
"Waduh... Minggir, minggir, kacamata saya jatuh... Awas jangan diinjak!"
Lelaki Baik:
"Kenapa mbak, kenapa?"
Wanita Bingung:
"Ini mas, kacamata saya jatuh, duh gimana ya?"
Lelaki Baik:
"Sini saya bantu cariin. Wah si mbak nih, makanya lompatnya pelan-pelan, jangan terlalu histori..."
Wanita Bingung:
"Histori?"

Senayan, didengar oleh penonton lain yang tiba-tiba tidak bisa loncat lagi.


Kalo nyapa yang bener dong... HUH!

Penjaga Toko: "Silahkan kak, Giordano..."
Lelaki Gemulai Nan Jutek:
(Menatap sinis) "Sorry! Nama gua bukan Giordano!"

EX, didengar oleh teman-temannya yang langsung berteriak "Apaan sih tcooooong!"


Ini yang salah ngerti siapa ya?

Pria: "Mbak, pesen es teh manis..."
Pelayan:
"Es-nya habis mas..."
Pria:
"Ya udah, es teh tawar..."
Pelayan:
"Iya, mas..."

Restoran di Jakarta, didengar oleh pengunjung lain yang berpikir cara buat es...


Ternyata bukan dongeng anak...

Istri: "Itu loh, yang badannya pendek-pendek. .."
Suami:
"Apaan?"
Istri:
"Yang tokoh fairy tale..."
Suami:
"Ha, yang mana sih?"
Istri:
"Yang punya jenggot..."
Suami:
"Yang mana sih...?"
Istri:
"Itu lho, yang Snow White dan 7 Mucikari!"

Didengar oleh teman yang hampir berguling-guling.


Maksud gua buat naruh barang!

Mahasiswa S2 mengomel: "Heran gua, hotel sebesar ini gak ada ballroom-nya! "
Teman:
"Emang loe mau ngapain, resepsi?"
Mahasiswa S2:
"Mau minta koper gua dibawain ke kamar nih!"
Teman:
"Bellboy kaleeeee!"

Hotel bintang lima di Kebon Sirih, didengar oleh semua teman gaulnya yang memaklumi mahasiswa yang baru saja tidak lulus TOEFL.


Eh tapi asik kali yeee...

Anak SMP #1: "Setdah, masa tadi kelasan gua selang-seling gitu duduknya..."
Anak SMP #2:
"Ya elah, kesian bet kelas luh!"
Anak SMP #1:
"Iye, ntar bukannye belajar, malah pade bercinta!"

Angkot di pinggiran Jakarta, didengar oleh penumpang yang menuduh sinetron sebagai sumber kebodohan bangsa.


Gak usah pake mangkok aja!

Nyonya: "Mbak, tolong beliin bakso di ujung jalan sana ya, beli empat bungkus, dua campur pake mie, dua baksonya aja..."
PRT Baru:
"Yang baksonya aja pake kuah gak, bu?"

Jakarta , didengar oleh seseorang yang tertawa gila-gilaan.


Dulu di percetakan ya, mas?

Penjaga Parkir: "Wah mas, stiker parkir langganannya udah exemplar nih, besok diperpanjang ya."

Perkantoran Sudirman, didengar oleh pengemudi yang akhirnya sadar ada tulisan EXP di stikernya.


Pengetahuanmu luas, nak...

Mahasiswa #1: "Eh, lo demen Mocca gak?"
Mahasiswa #2: (berpikir sebentar) "Halal gak?"
Mahasiswa #1: "Ya elah, bukan mocca minuman, tapi Mocca band!"
Mahasiswa #2: (dengan begitu PD) "Ah, kalo band-band luar negeri gitu gua nggak demen..."

Jakarta , didengar oleh seseorang yang memejamkan mata dan berteriak dalam hati.

Belum, lagi jelek koneksinya.
Researcher: "Eh pensil gua kemana ya?"
Researcher Khusyuk Internetan:
"Kenapa loe?"
Researcher:
"Pensil gua ilang! Loe tau gak dimana? Udah gua cari kemana-mana nih! Mana sih ya?
Researcher Khusyuk Internetan:
"Udah loe cari di google belum?"

R&D Jakarta, didengar oleh satu divisi yang merasa salah satu dari mereka kena penyakit internetan akut.


Kalo bisa yang triple L!

Ibu #1: "Saya yang well-done ya."
Pelayan:
"Baik, bu. (Ke ibu lainnya) Ibu steaknya mau gimana?"
Ibu #2:
"Maksudnya mas?"
Pelayan:
"Mau yang medium atau..."
Ibu #2:
(Memotong dengan mantap) "Ooooh, saya yang large aja, mas!"

Restoran Steak di Jakarta Selatan, didengar oleh ibu lain yang merasa harus membenahi make-up tiba-tiba.


Makanya perhatian dong!

Si Pemimpi: "Gua pengen bikin bagasi gua jadi home theater deh.."
Si Serius:
"Hah, gimana caranya?"
Si Pemimpi:
"Ya nanti gua mau tambahin (mulai penjelasan teknis)."
Si Serius:
"Home theater portabel gitu?"
Si Pemimpi:
"Ya nggak lah, gimana caranya loe bawa-bawa bagasi?"
Si Serius:
"Ya ditenteng gitu? Eh, maksud loe bagasi apa nih?"
Si Pemimpi:
"Ya itulah! Yang tempat parkir mobil... Masa loe gak tau sih?"
Si Serius:
"Euh, itu kayaknya garasi kali!"

Reuni alumni di Jakarta, didengar oleh seseorang yang langsung harus ke kamar kecil.


Ah, jangan buka rahasia dong...

Tukang Sate: "Masnya apa nih?"
Mahasiswa Tegas:
"Gua kambing! (ke temannya) Loe?"
Mahasiswa gemulai:
"Aku ayam..."

Pondok Sate di Jakarta Barat, didengar oleh mahasiswi yang merasa mendengar pengakuan.


Yang penting kan tata krama!

Pembeli Santun ke Penjual Sop Kaki: "Daging tiga sama kaki dua, udah itu aja. Eh, kakinya yang kanan ya!" (Semua pengunjung tertegun)
Penjual Sop Kaki:
"Mmmm, kenapa harus yang kanan, Pak?"
Pembeli Santun:
"Yaaa, biar lebih sopan aja... Kakinya yang kanan gituuu!"

Tenda Sop Kaki Kambing di Tebet, didengar semua pengunjung yang hampir tersedak.


Otomatis ya, mbak?

Kasir: "Mau order apa, mas?"
Pembeli:
"Coca-Cola large satu, sama french fries satu... Itu aja, mbak."
Kasir:
"Oke, saya ulang ya, Coca-Cola large satu, french fries large satu. Mau tambah kentang gorengnya, mas?"

Restoran fastfood di Jakarta, didengar oleh pembeli yang merasa dicekokin.


Abis Bapak selalu pengen gabungin semua alternatif sih!

Account Director ke klien: "Tapi pak hal itu sulat dilakukan! (hening) Euh, saya mau milih antara sulit dan sukar malah keluar dua-duanya."

Kantor di Gatot Subroto, didengar oleh kolega yang diam-diam melipir.


Ini pasti artinya tentang teknologi...

Webmaster: "Gile, website bikinan orang-orang latin keren banget yah!"
Webdesigner:
"Hah, tau dari mana loe itu buatan orang latin?"
Webmaster:
"Itu ada tulisannya: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit..."

Sebuah kantor di Palmerah, didengar oleh webdeveloper yang langsung ngakak tak terkendali.


Saya kan gak pernah ngerti dunia itu!

Pejabat: "Selamat sore, hari ini adalah hari yang bahagia karena kita menjadi tuan rumah untuk event internasional yaitu Festival Seni Koremponter. ..."
(Seluruh hadirin tertawa)
Pejabat:
"Maksud saya Korentomper. .."
Tamu Gemas:
"Kontemporer, pak!"
Pejabat:
"Ya harap maklum, saya kan bukan seniman!"

Galeri Nasional Jakarta, didengar oleh hadirin yang langsung mengeluarkan palu dan pahat.


Ini tindak lanjut yang penuh cinta!

Reporter: "Pak, bagaimana perkembangan kasus korupsi X, apakah ada tindak lanjut dari instansi bapak, seperti pemberian sanksi ?"
Pejabat:
"Sejauh ini masih kita pantau dulu, hal ini sedang dibicarakan bagaimana2nya"
Reporter:
"Apakah justru ini melibatkan orang dalam pak?"
Pejabat:
"Loh, anda tidak boleh sembarangan begitu... Kita harus lihat situasi ini kiss per kiss nya..."
Reporter:
"Maksud bapak case by case ?"
Pejabat:
(malu) "Iyalah gitu."

Kantor Kepemerintahan, didengar oleh kameraman yang menutup mulutnya takut dicium....


Kan
lulusan S3 Ilmu Angkotan!
Pengendara Motor Gak Sabar: "Maju dong! Dasar Bego!"
Supir Angkot Intelektual:
"Kalo gua bego, gua gak bakal jadi supir angkot tau!"

Di bawah flyover Depok, didengar oleh penumpang angkot yang tiba-tiba mempertanyakan pendidikan yang dia jalani selama ini.


Gak mau tawar aja?

Mahasiswa Genit ke penjual kantin yang cantik: "Mau es teh... manis.."

Kantin kampus Jakarta, didengar oleh teman yang tiba-tiba sok belajar buat UAS.


Si Pitung ada gak, Beh?

Penonton Berisik: "Naaah, nyang itu no Neo namenye, si Neo, Neo..."
Adegan di Layar:
"Hello, Mr. Anderson..."
Penonton Berisik:
""Eh bukan ding, bukan Neo... itu Mr. Anderson namanya!"

Bioskop pinggiran Jakarta Timur, didengar oleh penonton di depan yang memilih antara tertawa atau melempar popcorn.

Wednesday, March 02, 2011

PNS dan PMS

beberapa minggu ini shill sedang menerima tekanan kanan-kiri buat maksa agar shill masuk pembukaan pns tahun ini.. duhh gimana juga ngejelasinnya.....

shill ga tertarik sama sekali......, buat apa 10 tahun lebih tamat kuliah ga juga tertarik ikutan.... begitu2an.... ini yang terakhir buat shill seiring kadaluarsanya umur hehehehehe

Dengan iming2 gaji yang lebih mendingan .. jaminan kesehatan dan pensiun huhuhuhu pemanis yang selalu sering di jejalin ke telinga ku........ justru hal tersebut yang membuatku malas berlama2 jika terlibat pembicaraan dengan siapapun....

duhhh PNS dah jadi PMS .. huehuehue Pembicaraan Memuakkan Shill......

shill dah ngerasa.. apa yang sekarang dijalanin dah jalan hidup yang kupilih..... dengan segala resikonya adalah yang terbaik...., ga mungkin merubah haluan di tengah lautan yang tenang dan tanpa alesan yang menyatakan tujuanku salah.....

yang shill paling dirasain adalah keinginan untuk pesiun dan ingin menjadi petani selekasnya... itu cita2 shill sesungguhnya......, shill pengen punya kebun dan sawah sendiri....plus kolam ikan.. hehehehe... saat itulah kedamaian hidup yang sebenarnya ...




*dari kumpulan blog shill. dalam rangka pengumpulan tulisan yang terserpih.... pernah ditulis di blog selaksapelangi

Nafsuku.. Makanku..


Kejadian semalem sama persis dengan waktu bulan puasa kemaren... hanya waktu ama tempat aja yang beda.........

Setelah sebelumnya dendam kesumat pengen makan.. makan suatu makanan yang paling enak.. se-enak-enaknya yang bisa melepas selera setelah penat seharian...keinginan dah mengebu2, sampe sepanjang jalanpun ngebayangin apa yang bakal menyenangkan buat nyumpal perut ini huehuehue... kebayang juga hal sama diwaktu waktu puasa dulu. keinginan yang sama ... setelah seharian badan cape setelah terus menerus dibawa kerja keras dan akhirnya semua bisa selesai.. jadi seolah pengen ngerayain sesuatu di hari ini......

Semalem..... abis seharian badan kayak di gotong sana-sini.. kata pepatah kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala.. huehue sampe segitunya berjuang buat melanjutkan idup ini huehheuhue.........

Abis dua jam setengah perjalanan sampe pulang kerumah .. ga sabar langsung melesat ke tempat jajanan .. wewwww.. dah jam 00.10.. masih rame aja...., Dengan semangat 45 shill masuk ke Nasi Sumsum..., sambil senyum2 nunggu bakaran ..... ngeliat ke kanan .... dan deghhhhhhhhhhhh kaya ketampar ama back hoe.... hehueheuhe tanpa sengaja mata shill tertumbuk pada sesosok tubuh renta sambil menenteng karung plastik besar...... yang dengan lincah mengais-ngais tempat sampah.. mencari plastik atau kerdus yang bisa di kumpulkan lalu lagi dijual ke lapak2.... huhuhuhuhu.. nafsu makan yang tadinya begitu besar dah berkurang drastis sampe separuhnya.... nengok lagi ke kiri... ada anak kecil usia 10 tahunan... sedang menggendong anak kecil yang lelap di gendongannya huhuhhuhu.. tangan si anak ga lepas dari kecrekan dan mulutnya komat-kamit melantunkan lagu yang ga jelas lagu apa heuhuehue... lebih mirip gerengan anak yang menangis hiks hiks hiks...

Deghhh........... ilang selera............, masakah shill menikmati ini... memuaskan selera tapi di sekitar shill ada yang hal lain yang langsung melempar shill dalemmmmmmmmmmmmm...

Alhasil ... shill ga jadi makan.... pesenan barusan buat mereka aja..... langsung pulang n bubu. huhuhuhu.. tadi pagi bangun... berasa laferrrrrrrrrr kekekekeke.., ya terang aja.. dari kemaren siang ga dijenguk ama makanan hhuehuehue.......


*dari kumpulan blog shill. dalam rangka pengumpulan tulisan yang terserpih.... pernah ditulis di blog selaksapelangi

(Tiap Hari) Punya Hati




Hatiku adalah ruang bening
Kubiarkan menjadi kanvas kosong
Dibelakang ada perjalanan sunyi
Jejaknya sudah tertutup kabut dan kering
Tahan dulu pernyataan ingin pamit
Telah berdamai hatiku oleh nada kasih setia
Ketika badan binasa jiwa tak menyerta

Ada gerimis jatuh di nisanku....





Tuesday, March 01, 2011

Ajeng: Gadis Kecil dalam Hujan


Kemarin sejak pagi hujan turun dengan derasnya seolah tak mau berhenti mencurahkan seluruh airnya ke bumi. Sore hari ketika hujan mulai reda, ada sesosok makhluk mungil berdiri di depan rumahku. Tubuhnya yang kurus basah dan menggigil kedinginan.

Aku tak tahu apa maksud kedatangannya ketika kemudian samar-samar aku mendengar lirih suaranya yang bernyanyi entah lagu apa, sambil menepuk-nepukkan tangan untuk mengiringi nyanyiannya. Tuhan, anak itu sedang mengamen, ditengah cuaca yang tidak bersahabat seperti ini. Kutaksir usianya sepantar dengan anakku yang nomor enam, sekitar lima tahunan.

“Nama kamu siapa?”, tanyaku.

Malu-malu ia menjawab, lagi-lagi dengan suara yang nyaris tak terdengar, “Ajeng, Tante...”

“Ajeng, kamu udah sekolah ? Kelas berapa ?” tanyaku lagi.

“Kelas satu, tante”.

“Rumah kamu di mana ?”

“Di komplek belakang,”

Dia hanya setahun lebih tua dari anak bungsuku.

Kubuatkan segelas teh manis hangat untuknya. Kusuguhkan pisang goreng yang baru saja aku angkat dari penggorengan.

“Cepat diminum, biar badan kamu hangat. Nanti kamu sakit,” ujarku.

Tanpa banyak kata dia menurut. Sekali teguk teh manis itu tandas seketika. Disambung dengan gerakan tangannya yang gesit meraih sepotong pisang goreng dan menggigitnya pelan-pelan. Menikmati setiap gigitan demi gigitan. Hmmm...

“Baju kamu basah, kita ganti baju yuk”, ajakku ketika kulihat ia sudah menghabiskan potongan terakhir pisang goreng yang ada di tangannya. Cepat aku pilih baju si bungsu dari dalam lemari. Baju yang kira-kira masih pantas diberikan kepadanya. Aku buka pakaiannya dan kuganti dengan pakaian yang kering.

Setelah itu mengalirlah cerita dari mulut mungilnya.

Dia selalu mengamen setiap pulang sekolah, putar-putar di komplekku sampai maghrib kemudian pulang. Dia melakukan itu semua karena bapaknya sakit asma akut, ibunya bekerja sebagai pembantu di komplekku juga. Setiap Maghrib ajeng akan datang menjemput ibunya di rumah majikannya dan mereka pulang ke rumah.

“Sehari kamu dapat berapa, Jeng ?”, tanyaku penasaran.

“Kadang nyampe lima ribu, Tante. Uangnya buat ajeng sekolah, sisanya Ajeng kasih ke ibu.” Sahutnya polos.

Aku hanya bisa memandangi Ajeng menghabiskan lagi sepotong pisang goreng. Anak-anakku ribut mengajak Ajeng mengobrol, khas anak-anak. Kelihatannya Ajeng pun senang.

Ketika Maghrib tiba, aku antar ia menjemput ibunya. Kumasukkan sisa pisang goreng ke dalam kantung plastik dan kuberikan kepada Ajeng untuk dibawa pulang. Tak lupa kuselipkan selembar sepuluhribuan ketangannya. Satu-satunya lembaran uang yang tersisa dalam kantung bajuku.

Ibunya berkali-kali mengucapkan terima kasih ketika aku ada di hadapannya. Aku hanya tersenyum jengah. Tak lupa kuminta alamat rumah mereka, siapa tahu kelak suatu saat aku bisa mengunjungi keluarga mereka.

Akhirnya, ditengah udara yang begitu dingin sisa hujan sore tadi, aku melangkah pulang ke rumah dengan perasaan yang nyaris tak bisa kugambarkan. Sedih dan haru berkecamuk menjadi satu dalam rongga dada.

Ajeng..

Dia hanya setahun lebih tua dari anak bungsuku. Namun keadaan memaksanya melakukan sesuatu yang belum pantas ia kerjakan. Berjuang untuk membiayai sekolahnya sendiri, mengumpulkan receh demi receh yang ia dapat dari hasil mengamen.

Sementara itu, berapa banyak yang dihabiskan oleh anak-anakku hanya untuk jajan ? untuk membeli mainan yang sekali pakai langsung dibuang ? untuk membeli chiki, permen, atau makanan-makanan berpengawet lainnya ?

Tak terasa, aku jadi ingin menangis. Aku malu... aku jadi ingat banyak waktuku yang terbuang percuma hanya untuk melakukan sesuatu yang tak penting. Berapa banyak kita yang menghabiskan waktu setiap hari untuk hal-hal sepele yang seringkali tak penting itu ? main game, chating, fesbukan, shopping tak kenal waktu ? hangin’ out dengan teman-teman dan menghabiskan berlembar-lembar ratusan ribu hanya dalam waktu sekejap ? Sementara, Ajeng dan ibunya harus berjuang untuk mengumpulkan setiap rupiah yang mereka terima yang bahkan terkadang tak cukup untuk sekedar memenuhi kebutuhan paling dasar mereka. Betapa tak berartinya selembar uang ribuan lusuh yang ada pada kita sementara mereka meraihnya dengan penuh syukur.

Aku jadi teringat anak-anakku dan betapa beruntungnya mereka. Masih punya rumah untuk berlindung, punya pakaian bersih, mainan yang cukup, makanan yang sehat dan bergizi (meski tak selalu mewah), punya kakek, nenek, serta saudara-saudara yang mengasihi dan memanjakan mereka.

Berapa banyak anak-anak lain seperti Ajeng ?

Maka, nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan ?

Tuhan, Maafkan aku.....


pecanduhujan

Hubungan Antara Pendidikan Dan Pekerjaan di Indonesia

Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.

"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.

"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata pamannya.

"Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden atau presiden sekalipun juga bisa" tambah pamannya semangat.

"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kaya guru SD misalnya" jawab pemuda itu.

Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata "Maaf kalo jadi guru SD kamu harus sarjana"

Monday, February 28, 2011

Karena Hujan


ku kecup hujan malam ini
tanpa ada percakapan
hanya gerimisnya...
lewat tetesnya kita bicara...

Satu-satu teman yang dulu terpanggil kembali bersisian
Tak rela melepas semua mimpi...
ingin kupinjam warna-warni pelangi
akan kuberi indahnya padamu

Ku rindukan hadirmu yang selalu membasuh pedih
Sungguh kau tak terganti
Bilakah kau kembali?
kenanganku akan dirimu yang s’lalu memanggil bahagiaku
izinku berbagi denganmu




Friday, February 25, 2011

Hujan Jangan Marah















Lihatlah Aku Pucat Pasi
Sembilu* Hisapi Jemari
Setiap Kupeluk dan Menangisi
Hijau Pucatnya Cemaraaa
Yang Sedih Aku Letih

Dengarkah Jantungku Menyerah
Terbelah di Tanah yang Merah
Gelisah dan Hanya Suka Bertanya
Pada Musim Kering
haaa aaa
Melemah dan Melemah

Hujaaaaaan...Hujaaaaaan...Jangan Maraaaaaahh
Melemah dan Melemah
Hujaaaaaan...Hujaaaaaan...Jangan Maraaaaaahh

ERK......



Thursday, February 24, 2011

Dimana alamat mu?


Jika aku bertemu dengannya, aku ingin waktu berhenti
karena aku tak ingin berpisah dengan kata

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi


Tuk menulis tentang hati…Dalam sebentuk ukiran kata

Rasa ini seperti gerimis. Menghadirkan sejuk yang membuat jiwa basah oleh bahagia
gerimis yang tak merindukan danau….
air mata mengalir membuat telaga ....
tak bisa menangis…
hanya dpt membasahi baju…

Biarkan aku dengan jalan ini, agar tak ada sesal yang mengekor di belakang hari
Tak lelah ditebas mimpi semu, tak hilang disembunyikan langit hitam.
aku tak pernah lelah mencipta rindu untuknya
Yang kuharap malam ini hanya tenangnya.
Yang kuinginkan saat ini hanya damainya.
Yang kupinta detik ini hanya bahagianya.

Mengalirlah restu Tuhan untuk mimpinya, malam ini.
Seribu jejak yang kupijak. Seribu garis yang kugores.
Membawaku ke dalam negerinya.

Seperti buku usang di atas meja.
Di antara gudang dan rumah tua.
Di antara waktu dan asa.
Tertiup angin, tak sengaja terbuka.
Tertinggal, dan tak terbaca…



Di mana kau alamatkan rumah hatimu? Agar aku tak salah berlari




Wow Surprise…


Hey..what a surprise

Sore tadi seperti biasa pada perjalanan senja, gadget penyerentara serbabisaku berbunyi tingtongtingtong.. hmm ada email masuk..... inbox terbuka kemudian, melihat-lihat apakah ada email penting atau hanya spam dari beberapa milis yang kuikuti.... termasuk mencek spam-spam yang masuk. Ternyata dari perempuan hujan... tumben

sejak jumat minggu lalu terakhir berinteraksi lalu pamit masing2 kembali ke habitatnya .. wewww, sabtu- minggu berlalu ... walau kadang ada keengganan melaluinya tanpa sekedar berceloteh dengannya ...

Melewati senin dan selasa lalu rabu hingga kamis ini .... mau menyapa duluan... takut sibuk... diintip.. kok rumahnya juga anteng.. ga ada perubahan, mudah2an bener2 karena sibuk ... bukan hal lainnya..

Ada yang hilang di hari2 kemarin...., dicoba mencari kesibukan.. dapetnya malah bernostalgia dengan sepultura dkk.... wewwww.., kalau saja punya alamatmu.. mungkin sudah kukirim telegram hihiii "cepat pulang Nak.. ayah mau menikah lagi.....!! (lhoo)

Syukurlah membaca email tadi.. dirimu baik2 saja...., walau ternyata gadget penyerentaramu yang tidak ... :turutberduka: :norose:

semoga amal ibadah gadget itu selama menyertaimu dapat diberkatiNya...

Dengan kabar tadi... terasa sebagian beban hilang..... kok jadi khawatir terhadap dirimu?? padahal aku tahu perempuan hujan adalah wanita yang tangguh.... (atau berusaha terlihat tangguh?? :P)


Going coming thought I heard a knock
Who's there no one
Thinking that I deserve it
Now I realize that I really didn't know
If you didn't notice you mean everything
All I know is I'm gonna be OK


If I'm dreaming don't wanna laugh




"Senyum perempuan hujan kita hari ini bahkan lebih indah dari pelangi.”






Hardcore


Gak kerasa... beberapa hari belakangan kegandrungan lagi ama sepultura dkk, dapet lagi warna2 hidup yang dulu pernah dilalui kadang membawa kebahagiaan tersendiri..., seperti pas denger home sweet home - motley crue, jadi inget waktu nyasar2 keliling ranah minang pake carry rentalan punya wawa...,
Pertama kali merantau sampe padang.. langsung melakukan survey.. wewww.. keliling sumbar 2 hari 2 malam plus nyasar..
Denger musik (suara drum) yang bunyinya kaya helikopter.. wiww bikin merinding...
dari pagi sampai pagi lagi.... playlist di pemutar musik melulu deathcore.. sampe bener2 berasa mau muntah..... (beneran) tapi dipikir2... mualnya karena masuk angin .. weewww pekerja senja

see ya keep rockin' \m/!

Monday, February 21, 2011

Sahabat Hujan*


Kalau ada yang ga suka sama hujan
Itu semata2 karena dia ga bawa payung untuk melindungi bawaannya
Atau dia lagi sakit dan harus menerabas tanpa sempat berteduh
Tapi hujan ga bermaksud begitu
Hujan datang untuk membawa kabar gembira


Melembutkan dalam rintiknya
Menceriakan ketika be-rinai
Menundukkan hati dengan gemuruhnya
Dan hujan membawa kenangan
Tentang cinta, cita, suka dan duka
Maka jangan pertanyakan kalau hujan selalu ada di sini..... :):)...

*makasih, untuk sahabat.. dalam setiap butirnya....*

*dari perempuan hujan

Saturday, February 19, 2011

Pada percik Hujan


Sudah lama, aku memindai sosokmu pada derai hujan
memastikan setiap serpih mimpiku untuk bersama
tidak ada yang lebih indah daripada cerita tentang hujan
diselipkannya sebungkus rindu

kamu... yang tak pernah berhenti menghujaniku
dengan derai indah meriakan muka telaga.
hingga kutunggu redanya hingga pelangi muncul


aku ingin mengenangmu di tiap hujan
padanya kulihat wajahmu menatapku
ada tempat berteduh di ujung sana.

Sore Selepas Hujan


Aku menatap bumi basah di bawah kakiku. Menikmati gerimis sisa hujan sore ini. Kurapatkan jaketku melawan dingin yang tiba-tiba menusuk. Jaket pemberianmu lima tahun lalu, selepas hujan di suatu senja. Bahkan hangatnya kurasa masih sama dengan hangat hari itu.

“Biar hangat,” ucapmu pendek sambil memasangkan jaket kesayanganmu di tubuhku yang menggigil kedinginan. Aku tersenyum menatap mata teduhmu. Hangat tubuhmu serasa mengalir sampai pembuluh darahku. Menghentikan gemeretuk gigiku setelah ditampar hujan sepanjang sore ini. Sore, yang – entah mengapa—tak ingin sedetikpun kuganti dengan malam.
“Aku suka hujan,” katamu singkat.
“Kenapa? Bukankah hujan itu sepi dan dingin?” ujarku sembari menatap mata teduhmu. Entahlah, menatap matamu selalu menghadirkan debar halus di dadaku.
“Bagiku, hujan itu harapan. Hidup tanpa harapan bagai berjalan tanpa tujuan,” lagi-lagi kau menatapku, kau tambahkan pula sesungging senyum di bibirmu. Ahh, senyummu membuat debar halus itu menjadi ombak di dadaku.
“Dan sore selepas hujan, adalah sore terbaik sepanjang hidupku. Syahdu, menenangkan, menyisakan malam yang indah dan tenang.” Kamu diam menatap langit. “Hujan memberi harapan pada pelangi. Tanpa hujan, pelangi tak akan muncul.” Pelan-pelan kautolehkan kepalamu, dan mata teduhmu lagi-lagi menatapku.
“Kamu, hujan untuk pelangiku,” senyummu mengakhiri sore itu. Meninggalkan debur ombak yang tak kunjung diam di dadaku.

***
Dingin terasa semakin menusuk. Jaketmu mulai tak mempan mengusir dingin itu. Dingin yang memilukan, sepilu hatiku sore ini. Sore selepas hujan.
“Kujemput kamu besok sore, selepas hujan.” Ucapmu sambil mengacak rambutku yang basah. Masih kuingat kata-katamu sore itu.
Hujan pun perlahan turun. Semakin menderas. Bukan dari langit, tapi dari pelupuk mataku.
Ratusan sore selepas hujan telah kulewati untuk menunggumu. Lima musim hujan aku menunggu. Tapi kamu tak juga menjemputku. Pelangimu tak pernah muncul lagi, meski hujan terus menyapa. Setiap saat, setiap waktu. Hujan telah mengambilmu dariku.
Hujan – bagiku – adalah harapan, yang dingin dan sepi. Sedingin sore ini. Sore selepas hujan. Tanpamu.
***
Lirih kudengar sebait lagu di kejauhan, mengiringi langkahku meninggalkanmu. Sendirian, di tempat peristirahatanmu yang abadi.

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu…
(Utopia – hujan)

By priechantz

sumber

“Kamu, hujan untuk pelangiku,”

(Hidup bukan perjuangan menghadapi badai. Tetapi bagaimana agar tetap bisa menari di tengah hujan.)



Friday, February 18, 2011

Ingin sepiku


Dalam sunyi teramaikan riuh senandung hati
Dalam sunyi terukir selaksa makna persahabatan

Jadi biarlah sunyi tetap tinggal
karena saat sunyi tiba
Sahabat kan datang


Diam,
Sunyi, sepi,
Tetap begitu,
Tiada ilmu terpahat di dada,
Tiada sayang menerpa di jiwa,
Sayup-sayup namaku,
Dipanggil syahdu,
Hangat mula terasa di jari jemariku,
Lantas ku toleh,
Seluruh dekat ku terasa bernyawa,
Ku rentap sentuhan itu,
Setelah terpampang suatu wajah

Salam dihaturkan, persahabatan di minta,
Kusambut mesra,
Hariku berseri,
Hidupku bermakna,
Anugerah seorang insan,
Bernama sahabat.

Sahabat, aku ingin sepi. Sendiri di relung jiwa sunyi....


feat perempuan hujan

Wujud kata pada takdir

Ia bandingkan yang punya kelebihan
Karena ia tak punya kesungguhan
Ia tak bandingkan yang punya kelebihan
Karena Dia terima kita dalam ketelanjangan

Aku bangkit bagai si bedebah
Yang baru tersadar dari kepongahan akal

Seorang pemimpi tak perlu malam..
Ia ciptakan dunia dalam keramaian....
Sang waktu masih setia menggilir
Setelah pengetahuan malam ƏƉǟ pengetahuan siang

Aku akan datang selalu padaMu ketika embun belum kering...

Thursday, February 17, 2011

Karibku Sunyi

Persahabatan tak butuh keajaiban,,
Yang ada hanya sebuah kebersamaan
Untuk selalu terus berjalan

Kumelangkah tanpamu disampingku
Serasa diruang tak berpenghuni
Walau kuberada dikeramaian
Rasa linglung jika kau tak menemani
Tak tahu berbuat apa
Nyanyikanlah masa-masa lalu
seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
Kelak mungkin kau akan pahami
Aku terlalu sunyi......

Wednesday, February 16, 2011

Serenade

Aku tidak pernah berpikir rasa ini bisa berakhir.
Tiada kata menyerah....
hadirmu sudah memberi sebab
dengan senyum sudah mengisi hidupku dengan impian
damai saling berbagi rahasia sepenuh hati
sudah memberi membuat satu alasan
bagaimana caranya lagi untuk tertawa, mencintai, dan melihat.

Jika seratus orang mencintaimu:
Salah satu diantaranya adalah aku

Jika sepuluh orang mencintaimu:
Salah satu diantaranya adalah aku

Jika hanya ada satu orang yang mencintaimu:
Orang itu pastinya adalah aku

Jika tidak ada seorangpun yang mencintaimu:
Itu karena aku tidak menjadi bagian dari dunia ini..

Photosintesa

Daun kecil bimbang

bisakah pertemanan tanpa hati?

hanya karena bersedia tak beri pagar dan rantai besi

daun kecil insyafi diri

dia bukan bunga indah dan semerbak

hanya daun kecil yang mencoba bertahan di reranting

tak mengapa hanya daun kecil tak berarti

tanpa klorofil

tapi daun kecil harap ia bisa berteman karena hati

bukan hanya karena sebuah janji

bisakah?

@rumah pohon

semak-semak

Hampir setahun.....
ruang ini dibiarkan menjadi belukar...
kata-kata menjadi pusara..
rindu dikuburkan

sering muncul rupa tanya
benarkah jalan ini....
akankan langkah ini dapat membawaku kembali pulang
pikiran dan hati seakan enggan berdamai

beberapa hari lalu ...
seperti tersadar..., ada yang hilang
rindu kata.. rindu kalimat
yang selama ini kubiarkan tumbuh..

kita mulai lagi..... disini